Kuliah Lapangan Mahasiswa Kelas Pengantar Pembangunan Berkelanjutan di Kota Baru Parahyangan

Sumber: Tim Dokumentasi

BANDUNG, 30 JULI 2024 –  Program Studi Ekonomi Pembangunan UNPAR mengadakan kuliah lapangan untuk kelas Pengantar Pembangunan Berkelanjutan. Para mahasiswa diajak untuk pergi ke kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP) untuk mempelajari langsung penerapan konsep pembangunan berkelanjutan. Kuliah ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai implementasi prinsip berkelanjutan dalam pengembangan kawasan perkotaan.

Sumber: Tim Dokumentasi

Acara dibuka oleh sambutan dari direktur PT Belaputra Intiland KBP, Bapak Ryan Brasali. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh tiga narasumber: Bapak Zaenudin S.T. (Assistant Manager Sanitasi dan Transportasi), Ibu Ir. Murti Herawati (Manager Sustainability), dan Bapak Vicky Lim (Business Policy Associate Manager Rekosistem). Secara umum, para peserta kuliah lapangan mendapatkan penjelasan dari tim PT Belaputra Intiland KBP mengenai “Penerapan Konsep Berkelanjutan di Kawasan Kota Baru Parahyangan”. Materi kuliah lapangan tersebut mencakup Pengembangan Kawasan, Pelibat Pemangku Kepentingan, Prospek Kebijakan Berkelanjutan, dan Praktik Rekosistem.

  • Pengembangan Kawasan: Penjelasan tentang bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam desain dan pembangunan Kota Baru Parahyangan, termasuk pelestarian kawasan lingkungan dan integrasi teknologi ramah lingkungan.
  • Pelibatan Pemangku Kepentingan: Informasi mengenai pihak-pihak yang dilibatkan dalam pengembangan kawasan, serta peran masing-masing dalam mendukung kebijakan berkelanjutan.
  • Prospek Kebijakan Berkelanjutan: Diskusi tentang masa depan kebijakan keberlanjutan dan bagaimana kebijakan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta kelestarian lingkungan di masa mendatang.
  • Praktik Rekosistem: Inovasi dalam pengelolaan sampah dan praktek Rekosistem yang membantu mengatasi masalah limbah dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya.

Selain itu para mahasiswa mengunjungi beberapa tempat penting, seperti Tempat Pembuangan Sampah dan Waste Station Rekosistem untuk mendapatkan gambaran untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah dan mengurangi dampak lingkungan. Tatar Purba Teja sebuah daerah di KBP yang mempraktikkan konsep tata ruang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, budaya, dan sosial. Serta Kelompok usaha Bersama (Kube) untuk melihat bagaimana komunitas lokal diberdayakan melalui program usaha bersama yang berkontribusi pada ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat.

Penulis: Karmelita Sindy