Building Resilience: Saat Mahasiswa Bicara Masa Depan Ekonomi di Economics Student Conference ke-24

Bandung, Sabtu 24 Januari 2026 bukanlah akhir pekan biasa di Universitas Katolik Parahyangan. Gedung PPAG 2 Lantai 8 dan 9 ramai oleh diskusi mahasiswa mengenai masa depan ekonomi kita bersama.

Program Ilmu Ekonomi UNPAR kembali menggelar acara rutin setiap semester, Economics Student Conference (ESC) yang ke-24. Mengusung tema “Building Resilience in Times of Change: Innovation, Collaboration, and Inclusion”, konferensi ini mengajak mahasiswa untuk menjawab satu pertanyaan besar: Di tengah dunia yang serba tidak pasti, bagaimana kita membangun ekonomi yang tangguh?


Bukan Sekadar Diskusi Kampus

Semangat utama acara ini adalah kolaborasi. Tahun ini, ESC ke-24 tidak hanya diisi oleh mahasiswa UNPAR, tetapi juga dihadiri oleh teman-teman delegasi dari Universitas Padjadjaran, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, hingga perwakilan mahasiswa dari Universitas Negeri Malang. Kehadiran peserta dari berbagai daerah ini menegaskan bahwa masalah ekonomi perlu diselesaikan dengan semangat kolektif.

Dari pagi hingga sore, para peserta membedah berbagai isu dalam 9 panel diskusi yang terbagi di dua sesi.

Sesi Pagi: Dari Harga Pangan hingga Keadilan Gender

Sesi pertama dimulai pukul 08.30 WIB dengan fokus pada fondasi ekonomi yang mendasar. Salah satu topik yang menarik perhatian adalah dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian di Jawa dan implikasinya terhadap pola konsumsi masyarakat. Panel lain membahas isu kesenjangan upah berdasarkan gender serta ketimpangan pembangunan antarwilayah. Selain itu, pembahasan mengenai strategi pemerintah dalam menekan inflasi dan kebijakan industri juga diulas secara komprehensif oleh para peserta dan discussants di panel lainnya.

Sesi Siang: Risiko Proyek Besar dan Masa Depan Energi

Setelah jeda, sesi siang dimulai pukul 13.00 WIB dengan pembahasan yang tidak kalah kompleks. Peserta menganalisis dampak ekonomi dari proyek infrastruktur besar seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta fluktuasi harga beras selama pandemi. Diskusi pada panel lain berisikan topik transisi energi terbarukan, pajak karbon, dan posisi Indonesia dalam dinamika perdagangan global. Dan di sebuah panel, pembahasan mengulas sektor pariwisata, termasuk fenomena over tourism di Bali dan strategi pengembangan wisata Danau Toba.

Menuju Publikasi Nyata

Keistimewaan ESC ke-24 tahun ini terletak pada kesempatan publikasi yang ditawarkan. Makalah-makalah terpilih dari konferensi ini berpeluang untuk diterbitkan dalam Parahyangan Economic Development Review (PEDR), jurnal ilmiah milik Program Ilmu Ekonomi UNPAR yang memasuki tahun keempat. Inisiatif ini memastikan bahwa gagasan mahasiswa tidak hanya menjadi diskusi sesaat, tetapi terdokumentasi dan dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas.

Acara ditutup dengan sesi penganugerahan penghargaan (awarding) di Lantai 9 untuk paper serta para presenter terbaik. Economics Student Conference ke-24 kembali menunjukkan bahwa mahasiswa ekonomi memiliki perspektif, ide, dan komitmen nyata dalam merancang masa depan yang lebih berkelanjutan.

Sampai jumpa di ESC semester yang akan datang!


Ingin tahu lebih lanjut tentang kegiatan akademik Program Ilmu Ekonomi UNPAR? Kunjungi website kami atau ikuti media sosial kami untuk informasi terkini seputar penelitian, konferensi, dan kesempatan kolaborasi lainnya.