Hiroshima, Jepang (2025) – Brian Jonathan, mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) angkatan 2021, terpilih sebagai salah satu peserta International Summer School on Nuclear Disarmament and Non-Proliferation yang diselenggarakan oleh Hiroshima University di bawah naungan International Network of Universities (INU). Program ini berlangsung selama sepuluh hari dan menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara dengan latar belakang akademik yang beragam.
Program tersebut bertujuan memperluas pemahaman peserta mengenai isu global seputar perlucutan senjata nuklir dan perdamaian dunia melalui pendekatan multidisipliner, mencakup politik internasional, kebijakan energi, dan sistem keamanan global. Sepanjang kegiatan, Brian mengikuti sejumlah kuliah utama dari pakar internasional seperti Dr. Fuyuko Takita, Professor Hajime Nishitani, Mr. Mimaki (anggota Hidankyo atau komunitas penyintas bom atom Hiroshima), Ms. Natsuki Kai, dan Ms. Ogura. Seminar ditutup dengan simulasi Model United Nations (MUN) yang melatih kemampuan berpikir kritis dan diplomasi antarnegara.
Selain kuliah utama, peserta juga terlibat dalam empat workshop tematik yang dibawakan oleh profesor dari berbagai universitas anggota INU. Beberapa topik yang dibahas antara lain Theory and Practice of Nuclear Weapons in International Relations, The Role of Nuclear Power in the Energy System for a Sustainable Future, Nuclear Politics in the Contemporary World, serta Europe at a Crossroads: Nuclear Deterrence and the Future of European Security. Melalui sesi ini, para peserta diajak memahami isu nuklir dari perspektif sistemik, melihat sebab-akibat kebijakan energi dan implikasi politik global yang kompleks.
“Pengalaman ini benar-benar membuka wawasan saya tentang bagaimana dunia bekerja di balik isu besar seperti nuklir dan perdamaian global. Kami belajar tidak hanya teori, tetapi juga praktik berdiplomasi, berpikir sistemik, dan bekerja sama dengan peserta dari berbagai negara,” ujar Brian.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, Summer School ini juga menghadirkan berbagai aktivitas budaya yang diselenggarakan oleh mahasiswa Hiroshima University. Peserta mengikuti kelas bahasa Jepang dasar, mencoba permainan tradisional seperti origami dan karuta, serta membuat kipas hias dengan kertas khas Jepang. Program ini juga mencakup kunjungan ke Miyajima Island, Hiroshima Peace Memorial Museum, serta peringatan 80 tahun tragedi bom atom Hiroshima pada 6 Agustus 2025, pengalaman yang memberikan makna mendalam tentang nilai kemanusiaan dan pentingnya perdamaian dunia.
Bagi Brian, pengalaman ini menjadi momentum berharga untuk belajar dan berkolaborasi lintas budaya. “Kami belajar bagaimana berinteraksi dengan peserta internasional, menghargai perbedaan, dan bersama-sama mencari solusi atas masalah dunia yang kompleks,” tambahnya.
Partisipasi Brian dalam program internasional ini menjadi bukti nyata semangat global citizenship yang diusung oleh UNPAR. Melalui kegiatan seperti INU Hiroshima Summer School, mahasiswa Ilmu Ekonomi UNPAR tidak hanya memperdalam ilmu secara akademik, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk cara pandang yang humanis dan berwawasan global.
Sebagai bentuk pengakuan atas capaian akademik dan kontribusinya, kegiatan ini juga dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) sesuai dengan kebijakan internasionalisasi pembelajaran di UNPAR.
Brian Jonathan: Mahasiswa Ilmu Ekonomi UNPAR Ikuti International Summer School di Hiroshima University

