Mahasiswa Ilmu Ekonomi UNPAR Tingkatkan Literasi Perlindungan Sosial Pekerja Informal di Desa Patengan

Desa Patengan, Kabupaten Bandung – Mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan pekerja informal mengenai pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Patengan, yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor informal seperti pertanian, perdagangan kecil, dan jasa harian.

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya literasi pekerja informal terhadap manfaat, mekanisme kepesertaan, serta prosedur klaim BPJS Ketenagakerjaan, meskipun kelompok ini memiliki tingkat kerentanan kerja yang tinggi. Melalui pendekatan service learning, mahasiswa Ilmu Ekonomi UNPAR mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pelayanan langsung kepada masyarakat dalam tiga kali kunjungan lapangan.

Intervensi utama dilakukan melalui sosialisasi edukatif berbasis komunikasi visual, antara lain penayangan video dokumenter dan seminar interaktif yang melibatkan perangkat desa serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan. Pendekatan ini dipilih agar informasi yang bersifat teknis dapat disampaikan secara lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Salah satu penulis kegiatan pengabdian, Nathalia Michelle Katarina, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga menjembatani kesenjangan pemahaman yang selama ini dialami pekerja informal.

“Kami menemukan bahwa sebagian besar pekerja informal sebenarnya sudah pernah mendengar BPJS Ketenagakerjaan, tetapi belum memahami manfaat dan prosedurnya secara menyeluruh. Melalui pendekatan visual dan dialog langsung, kami berupaya membuat informasi tersebut lebih dekat dengan realitas kerja mereka sehari-hari,” ungkapnya.

Hasil evaluasi melalui metode pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta, dari 82 persen sebelum sosialisasi menjadi 86 persen setelah kegiatan berlangsung. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa metode partisipatif dan visual efektif dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Lebih lanjut, Nathalia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa.

“Pengabdian ini membantu kami melihat isu perlindungan sosial bukan hanya sebagai kebijakan, tetapi sebagai kebutuhan nyata masyarakat. Pengalaman ini memperkaya pemahaman kami tentang pembangunan ekonomi yang berpihak pada kelompok rentan,” ujarnya.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, mahasiswa Ilmu Ekonomi UNPAR tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan literasi perlindungan sosial di tingkat desa, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pendampingan lanjutan serta memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi pekerja informal di wilayah pedesaan.