Desember, 2025 – Mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Posyandu Flamboyan RW 04, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini berfokus pada upaya pencegahan stunting melalui penguatan ketahanan gizi keluarga dengan memanfaatkan potensi pangan lokal secara berkelanjutan.
Program pengabdian ini dirancang selaras dengan prioritas penurunan stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan kedua, Zero Hunger. Mahasiswa Ilmu Ekonomi UNPAR mengimplementasikan pendekatan service learning yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik langsung di masyarakat.
Salah satu luaran utama kegiatan ini adalah penyusunan dan implementasi buku resep Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) berbasis pangan lokal berjudul Tiny Tummy Treats. Buku ini disusun sebagai media edukatif yang tidak hanya memuat resep MPASI sesuai tahapan usia anak, tetapi juga dilengkapi dengan informasi singkat mengenai stunting, pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, serta strategi menghadapi Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak.
Dalam rangkaian kegiatan, mahasiswa Ilmu Ekonomi UNPAR berinteraksi langsung dengan kader Posyandu, ibu hamil, serta ibu yang memiliki bayi dan balita melalui sosialisasi, diskusi, dan demonstrasi memasak. Demonstrasi ini menampilkan praktik pengolahan MPASI dan camilan sehat berbahan pangan lokal, seperti ikan nila dan sayuran setempat, dengan teknik penyajian yang menarik dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.
Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test, kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua terkait penyebab dan pencegahan stunting. Peserta tidak hanya semakin memahami stunting sebagai permasalahan gizi kronis, tetapi juga mulai melihat pentingnya praktik pengasuhan, pengelolaan waktu, dan pemanfaatan pangan lokal dalam pemenuhan gizi anak secara optimal.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa Ilmu Ekonomi UNPAR memperoleh pengalaman kontekstual dalam merancang dan mengimplementasikan program pemberdayaan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat desa serta berkontribusi nyata dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian berkelanjutan yang mendorong kemandirian keluarga dalam pemenuhan gizi anak, sekaligus memperluas kontribusi keilmuan Ilmu Ekonomi UNPAR dalam isu pembangunan manusia dan ekonomi kesejahteraan.


